8 Tips Untuk Membuat Konten Di Website Anda

Kebanyakan orang pasti lebih menyukai hal-hal yang variatif terutama dalam hal menerima informasi. Tidak ada satu pun orang yang dapat terus menerima informasi dengan topik yang sama terus menerus tanpa melihat topik lain. Inilah yang menjadi alasan mengapa setiap media sosial yang dimiliki sebuah perusahaan harus terus memberikan konten yang variatif demi menaikan traffic media sosial di dunia maya. Di samping alasan untuk menjadi sumber informasi yang mendominasi, alasan peningkatan penjualan juga dapat menjadi dasar mengapa penting untuk memberikan konten yang variatif, inovatif dan motivatif.

 

Ketika Anda merasa sedang berada dalam jalan buntu untuk memperbarui topik media sosial Anda, cobalah untuk mempertimbangkan berbagai cara berikut ini:

 

1. Kata-kata Mutiara

Media sosial dan blog tidak harus berisikan hal yang terlalu serius dan formal. Bahkan Anda harus lebih fun dengan kontennya. Paling tidak seminggu sekali cobalah untuk memasukkan kata-kata mutiara. Tulis dalam kalimat dan minta follower Anda untuk membalas atau memberi komentar menggunakan kata-kata mutiara lainnya. Ingatlah bahwa Anda yang menciptakan mood apakah Anda ingin balasan yang lucu atau serius itu semua tergantung bagaimana Anda menciptakan suasana di media sosial perusahaan.

 

2.Kutipan

Setiap orang suka melihat kutipan dari orang-orang ternama yang memiliki nilai historis atau filosofis walaupun isi kutipan tersebut sebenarnya kurang indah. Carilah kutipan yang berhubungan dengan produk atau layanan Anda. Sebenarnya tidak menjadi masalah jika Anda ingin mengunggah kutipan di luar topik tetapi batasi jangan terlalu sering. Paling tidak jadikan kutipan tersebut konten cadangan saja.

 

3. Cerita Kehidupan

Tidak satu orang pun sebenarnya ingin mendengar cerita pribadi Anda  tetapi banyak orang yang akan sangat senang mendengar cerita yang mungkin mirip dengan kisah mereka. Cobalah pikirkan artikel-artikel kehidupan di sekitar Anda yang berasal dari para pembaca.

Tip lain: Ketika Anda mengungkapkan sebuah masalah, sertakan juga solusinya untuk lebih menarik perhatian pembaca.

 

4. Seandainya:

Tidak ada cara lain yang lebih baik daripada melibatkan para pembaca untuk mengisi konten blog Anda. Tanyakan pertanyaan “seandainya” dan minta mereka untuk membalas. Anda dapat menanyakan pertanyaan yang serius maupun yang fun. Dari pertanyaan ini Anda dapat sekaligus memancing mereka untuk “melirik” produk Anda. Contohnya dengan pertanyaan: “Seandainya uang adalah manusia hal apa yang akan Anda lakukan?” atau lebih pertanyaan yang lebih menjurus lagi seperti “Seandainya saya bisa memperbaiki rumah Anda, apa Anda akan tertarik?”

 

5. Topik Personal:

Banyak orang yang ingin mengetahui orang-orang di balik perusahaan Anda. Berikan sedikit petunjuk tenteang informasi personal Anda dan anggota tim Anda untuk menjadi konten blog. Misalnya dengan mengadakan forum dengan para pembaca mengenai topik tertentu yang akan dijawab oleh anggota tim Anda.

 

6. Berita/Tren

Anda juga dapat mengisi konten dengan memberitahukan topik yang sedang menjadi tren terkini atau informasi produk/layanan perusahaan Anda. Dalam hal ini topik yang relevan tidak terlalu menjadi masalah. Jangan lupa juga untuk menambahkan pendapat Anda mengenai berita tersebut untuk memperkuat isi.

 

7. Follow Influencers (Orang Berpengaruh)

Follow orang-orang yang berpengaruh untuk perushaan Anda seperti selebriti yang menggunakan produk Anda atau sekedar kolega perusahaan yang sering mengunggah konten yang bermanfaat. Hal ini akan mengundang lebih banyak orang untuk tertarik melihat blog atau media sosial Anda.

 

8. Tip Produk dan Layanan

Jadilah perusahaan yang suka membantu dengan menawarkan konten berupa tip bagaimana merawat sebuah barang atau bahkan Anda dapat menginformasikan mengenai penawaran spesial yang berkaitan dengan produk dan layanan Anda.

Aulia Meidiska About the author

A passionate writer and travel enthusiast. Her ability to plan, write and optimize contents is proven. Been working for some major media companies and agencies in Indonesia.