Apakah Perlu Menggunakan Hashtag pada Campaign di Facebook?

Hashtag

 

Jika kamu merupakan salah satu pengguna sosial media tentu tidak asing lagi dengan istilah hashtag yang saat ini menjadi sesuatu yang hampir selalu ada dalam sebuah status. Pertanyaannya, apa sih yang dimaksud dengan hashtag tersebut? Hashtag merupakan kata atau frase tanpa spasi yang di awali dengan simbol hash (“#”).  Hashtag dapat berupa kalimat atau kata tanpa spasi, misalnya penulisan artikel dengan  menambahkan hashtag #KronaIndonesia. Dengan hashtag tersebut, maka suatu konten akan tergabung secara otomatis menjadi sebuah kelompok artikel dengan hashtag yang sama di dalam satu halaman.

 

Hashtag berguna untuk menggolongkan tema atau topik yang lebih spesifik dalam sosial media. Di samping itu, hashtag juga mempermudah orang lain untuk mencari topik yang saling berhubungan. Dalam dunia bisnis online, khususnya digital content marketing pada sosial media, hashtag berguna untuk mengelompokkan sebuah tema atau informasi mengenai produk agar orang lain atau calon pembeli dapat menemukan informasi yang Anda sampaikan pada sebuah artikel dengan hashtag tertentu dengan mudah.

 

Pada tahun 2013 ketika fitur hashtag pada Facebook pertama kali diluncurkan, tidak dapat disangkal memang cukup berpengaruh dalam hasil pencarian sebuah kata yang dilengkapi dengan simbol tagar tersebut. Namun, semakin lama fitur tersebut menjadi tidak lagi efektif. Seperti yang dikatakan dalam The Social Media Today, “Facebook posts without a hashtag fare better than those with a hashtag.”

 

 

Tanpa Hashtag di Facebook?

 

Berdasarkan data yang berasal dari BuzzSumo tahun 2016 ini, bahwa konten yang di-post tanpa menggunakan hashtag justru mendapatkan interaksi yang lebih tinggi dibandingkan konten yang dilengkapi hashtag.

 

Anda bisa mencobanya sendiri menggunakan akun Facebook pribadi Anda. Cobalah gunakan suatu hashtag untuk mencari produk, konten, atau akun lembaga tertentu di jejaring Facebook. Anda akan menemukan hal-hal yang tidak relevan dengan apa yang Anda inginkan. Berbeda jika Anda menghilangkan tanda tagar tersebut pada kata yang Anda tuliskan guna menemukan konten atau akun tertentu. Cara yang kedua telah terbukti lebih efektif dibandingkan yang sebelumnya.

 

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata hal ini disebabkan oleh sangat banyaknya konten yang menggunakan hashtag sejak waktu lama, sehingga membuatnya sulit untuk dijangkau. Dengan demikian, seseorang yang ingin mencari konten tertentu menggunakan suatu hashtag semakin lama kian berkurang, dan membuat hashtag mulai tidak berfungsi secara efektif.

Nabila Adistri About the author

A beauty aficionado with thirst for adventures and knowledge. Believes in transformative power of dressing up, and celebrating life every single day.