Eksekusi Digital Marketing Plan

Melakukan eksekusi dari sebuah perencanaan digital marketing bukanlah hal yang mudah. Tentunya Anda harus mempersiapkan beberapa hal sebelum menjalankan perencanaan yang ada. Seperti memahami target market dari produk atau jasa yang Anda tawarkan (dari sisi umur, interest, kebiasaan, dll) dan memahami siapa saja kompetitor yang akan bersaing dengan anda (hal ini penting untuk anda monitor; sehingga Anda mampu menciptakan diferensiasi dan memposisikan produk Anda lebih baik dari kompetitor. Maka dari itu, banyak perusahaan yang menggunakan jasa dari perusahaan riset untuk memahami pasarnya lebih dalam lagi.)

 

Eksekusi

 

Eksekusi merupakan hal yang sangat krusial dalam sebuah perencanaan. Ketika anda sudah memiliki ide yang bagus dan kreatif, belum tentu ide tersebut dapat selalu memungkinkan untuk dieksekusi. Pada tahap ini, Anda sebaiknya sudah memiliki time plan schedule. Time plan schedule memungkinkan Anda untuk mengetahui apakah semua rencana yang Anda berbuat dapat benar-benar terlaksana apabila dilihat dari segi waktu

 

Marketing plan merupakan sesuatu hal yang mendasar yang perlu dipahami oleh business owner ataupun marketing manager dari perusahaan, namun hasilnya dapat berbeda-beda apabila dijalankan oleh orang yang berbeda pula. Biasanya, hasil tersebut dapat terdefinisi dari pengalaman, skill dan jam terbang dari orang-orang yang menjalankannya. Marketing plan pun tidak selamanya harus dibuat berlebihan, namun yang terpenting adalah eksekusinya benar dan hasilnya dapat diukur. Sebagai contoh, marketing plan yang Anda lancarkan memiliki tujuan untuk membangun branding dari perusahaan. Maka, KPI yang Anda ukur adalah misalnya reach; berapa banyak orang yang terpapar dengan iklan yang Anda buat di berbagai channel yang anda miliki. Dan apabila anda memiliki tujuan untuk meningkatkan sales, maka anda harus memastikan bahwa perusahaan Anda telah melakukan branding dan memiliki awareness dari target pasar. Selanjutnya adalah melakukan campaign sales; dimana langkahnya dapat berbeda-beda. Contohnya pada era digital marketing ini, yang dapat saya lakukan adalah dengan melakukan hiring dua sampai tiga digital marketer yang memiliki mindset conversion rate yaitu social media, web developer dan campaign manager. Untuk tim social media, mereka bukan hanya akan bertugas untuk melakukan posting content pada social media saja, namun secara aktif juga melakukan pendekatan personal kepada target market di berbagai channel yang ada untuk mempromosikan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Selain itu, mereka juga harus mampu melakukan monitoring atas feedback yang diterima, baik yang positif dan negatif. Untuk web developer, tidak hanya mereka yang mampu membangun website, namun mereka juga harus memiliki skill data analytics  yang baik. Dengan itu, mereka dapat mampu menganalisa pengunjung website dan melakukan optimasi.

 

Pada kesimpulannya, buatlah marketing plan yang benar-benar dapat dieksekusi dan juga measurable. Dengan itu, semua action yang anda lakukan dari marketing plan yang anda buat dapat diukur keberhasilannya dengan KPI yang sesuai dengan tujuan dari tiap campaign.

 

 

 

 

 

 

Sekian sharing kali ini, apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan eksekusi dari digital marketing plan, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan tim dari Krona Indonesia di https://www.krona.co.id/smb-form/

Indra Jaya About the author

CEO & Founder of Krona Indonesia and Executive Director of Internet Marketing Association (IMA) Indonesia. More than 5 years professional experience in Digtial Marketing, helping brands, companies and entrepreneurs promoting their products or services online.