Title Image

Bagaimana Warna Dapat Mempengaruhi Branding dan Marketing?

 

Kadang masih banyak yang melupakan pentingnya warna untuk branding dan marketing. Warna sebenarnya adalah salah satu komponen paling penting dalam proses branding. Ketika kita melihat suatu gambar, hal pertama yang akan dikenali oleh otak kita adalah warna dari gambar tersebut.

 

Makna yang secara otomatis dibuat oleh otak kita tentang warna-warna tertentu adalah salah satu kunci terpenting untuk menggambarkan citra dari brand kita kepada target audiens. Coba Anda perhatikan logo atau warna inti dati brand-brand yang sudah terkenal, mungkin Anda melihat warna yang sama kian muncul.

 

Hal ini bukanlah sebuah kebetulan,  warna tersebut digunakan karena telah tebukti dapat mencerminkan suatu citra yang mereka anggap akan sesuai dengan ekspektasi audiens mereka.

 

Memilih warna untuk branding Anda bisa dikatakan membutuhkan banyak pertimbangan dari berbagai sisi. Mulai dari kebutuhan estetika, pencitraan, hingga psikologi. Kali ini kita akan mengupas bagaimana pengaruh warna untuk branding agar Anda dapat menyampaikan pesan yang sesuai kepada audiens Anda

 

 

Mengapa Warna untuk Branding itu Penting?

 

Warna dapat mengkomunikasikan hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Warna terbukti dapat mengkomunikasikan emosi dan persaan, sehingga dapat menjadi alat persuasi yang lebih efektif

 

Misalnya, Anda melihat sebuah kemasan air mineral. Kesegaran dari air mineral tersebut dapat tergambarkan dari warna yang ada pada kemasannya. Dapat dilihat bahwa warna untuk branding air mineral yang sering digunakan adalah biru dan hijau. Hal ini terjadi karena konsumen mengasosiasikan warna tersebut dengan kesegaran dan kemurnian.

 

Fenomena ini telah dibuktikan oleh berbagai riset. Dikatakan bahwa 93% dari konsumen mementingkan visual dari suatu produk sebelum membelinya. Tidak hanya itu, 84.7%  konsumen menyatakan bahwa warna adalah hal utama yang membuat mereka tertarik untuk membeli sesuatu. Lengkapnya dapat dilihat pada grafik dibawah

 

warna untuk branding

 

Bagaimana Warna dapat Berkomunikasi dengan Audiens?

 

Mungkin Anda sudah sering mendengar tentang pengaruh warna untuk branding atau marketing. Sudah banyak infografis yang beredar tentang bagaimana warna dapat mempengaruhi psikolosi manusia. Cohnya hijau menggambarkan alam dan putih menggambarkan kebersihan dan kesucian, namun bukan hanya itu yang patut kita perhatikan.

 

Dalam konteks branding, warna bukan semerta-merta berguna untuk memprengaruhi psikologi konsumen. Warna yang digunakan untuk produk atau branding juga harus memnuhi ekspektasi tertentu yang mungkin dimiliki oleh konsumen terhadap produk Anda.

 

Coba bayangkan Anda menemukan toko swalayan yang didominasi abu-abu atau mungkin produk oli mobil yang berwarna pink. Kombinasi warna ini tentunya terasa agak janggal karena tidak sesuai dengan ekspektasi kita.

 

Cara warna dapat mempengaruhi persepsi kita terhadap beberapa hal memang kadang-kadang tidak dapat dijelaskan. Hal ini juga dapat berbeda dari orang ke orang, tergantung dari latar belakang sosial, budaya, dan selera mereka. Namun ada beberapa generalisasi yang dapat kita coba untuk implementasikan dalam strategi branding, tentunya diiringi dengan melakukan riset juga terhadap target audiens Anda.

 

Cara Mengimpletasikan Warna yang Tepat untuk Brand Anda

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, persepsi seseorang terhadap warna dapat berbeda-beda. Penggunakan warna untuk branding juga sebenarnya masih dapat dibilang kontroversial. Mudah untuk mengotak-kotakan dan mengaktegorikan warna seperti “merah berarti penuh energi,” namun kita tahu bahwa tidak pada kenyatannya menentukan warna untuk branding anda semudah itu.

 

Kesimpulannya, tidak ada langkah demi langkah yang pasti dalam memilih warna yang paling tepat untuk brand Anda. Konteks dari bisnis Anda tentunya sangat penting untuk dipertimbangkan, berikut hal-hal lain yang dapat Anda pertimbangkan sebelum memilih warna untuk branding Anda:

 

 

Pertimbangkan latar belakang budaya target Audiens Anda

Warna yang sama dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap budaya. Contohnya pada buadaya barat pakaian putih digunakan saat upacara pernikahan, sedangkan pada masyarakat Hindu di India baju putih digunakan untuk upacara pemakaman.

 

Lakukan Testing

Dengan melakukan testing Anda dapat mengetahui secara pasti seperti apa preferensi target audiens Anda dan yang man ayang paling efektif untuk mempengaruhi keputusan beli mereka.

 

Pastikan Call to Action Memiliki warna yang lebih mencolok

Terutama dalam ranah digital, call to action  sangatlah penting untuk mempengaruhi keputusan beli konsumen. Karenanya, apapun warna yang Anda pilih untuk brand Anda nantinya, pastikan warna yang Anda gunakan untuk call to action dapat menarik calon konsumen Anda.

 

 

Annisa Shafira About the author

Annisa is a Public Relations graduate from Universitas Padjadjaran and a self-proclaimed avid diarist. Her interest in writing sparked when she was a Journalist Intern in DetikCom, since then she has been passionately pouring her thoughts into writings.