Title Image
SEO link building

SEO Link Building Masih Relevan di Era AI atau Sudah Mati?

Perkembangan teknologi AI seperti Google AI Overviews dan berbagai platform generative search membuat banyak praktisi atau SEO agency mulai panik. Pertanyaan yang paling sering muncul, apakah link building masih penting, atau sebenarnya sudah tidak relevan lagi? 

Kalau dilihat sekilas, wajar banget kalau muncul anggapan seperti itu. Soalnya sekarang, orang bisa dapat jawaban tanpa harus klik website. Tinggal search, lalu AI langsung kasih ringkasan.

Tapi kalau kita berhenti di situ, kita justru melewatkan gambaran besarnya. Faktanya, link building tidak mati. Tapi cara kerjanya sudah berubah cukup drastis.

 

Cara Orang Mencari Informasi Sudah Berubah

Sebelum era AI, cara orang mencari informasi cukup sederhana:

  • Ketik keyword di Google
  • Klik salah satu hasil pencarian
  • Membaca konten dari website

Sekarang? Nggak sesederhana itu lagi.

Dengan adanya AI:

  • Jawaban sering muncul langsung di halaman pencarian
  • User tidak selalu perlu klik website
  • Informasi diambil dari berbagai sumber sekaligus

Ini yang sering disebut sebagai zero-click search.

Awalnya, terlihat seperti ancaman untuk SEO. Karena kalau user nggak klik, terus ngapain kita capek-capek bikin konten?

Tapi di balik itu, ada satu hal penting yang sering nggak disadari yaitu AI tetap butuh sumber untuk menjawab.

Dan sumber itu biasanya bukan asal ambil. AI akan cenderung memilih konten yang:

  • Terlihat kredibel
  • Punya otoritas
  • Didukung oleh banyak referensi

Di sinilah peran link building masih sangat kuat.

 

Apakah Link Building Masih Penting?

Jawaban singkatnya ya, masih sangat penting.

Menurut Dik Dik Fahruddin, selaku Chief Digital Marketing Officer Krona Indonesia, link building hingga saat ini masih menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun trust dan authority sebuah website, terutama di tengah perkembangan AI yang semakin kompleks. 

Bayangin Anda lagi cari dokter. Kalau banyak orang yang merekomendasikan satu dokter tertentu, Anda pasti lebih percaya, kan? Hal yang sama juga terjadi di SEO.

Menurut Search Engine Land, backlink masih jadi salah satu sinyal utama untuk:

  • Menilai kualitas website
  • Menentukan ranking
  • Mengukur trust dan authority

Jadi ketika banyak website lain yang “menunjuk” ke konten Anda, itu seperti bilang ke Google “Konten ini layak dipercaya.”

Dan AI pun membaca sinyal yang sama.

 

Kenapa Banyak yang Bilang Link Building Sudah Mati?

Kalau Anda sering scroll LinkedIn atau Twitter SEO, pasti pernah lihat opini seperti “SEO is dead” dan “Backlink nggak penting lagi”. Padahal sebenarnya, yang mati itu bukan link building-nya, tapi cara lamanya.

“Yang berubah bukan penting atau tidaknya link building, tapi bagaimana cara kita melakukannya,” ujar Dik Dik Fahruddin, selaku Chief Digital Marketing Officer Krona Indonesia. “Strategi yang terlalu fokus pada kuantitas tanpa memperhatikan relevansi sudah tidak lagi efektif di era AI.” 

 

 1. Traffic Memang Berubah, Tapi Bukan Berarti Hilang

Dengan AI, memang benar:

  • Traffic organik bisa turun
  • CTR ikut menurun

Tapi bukan berarti visibility hilang.

Sekarang, exposure tidak hanya datang dari klik, tapi juga dari:

  • Disebut di AI answer
  • Dijadikan referensi
  • Di-highlight sebagai sumber

Jadi bentuknya berubah, bukan hilang.

 

2. Teknik Lama Sudah Tidak Efektif

Dulu, banyak orang main SEO dengan cara:

  • Beli backlink murah
  • Spam komentar
  • Bangun link dari website random

Dan jujur aja, dulu itu sempat bekerja.

Sekarang? Hampir pasti tidak.

Google dan AI sudah jauh lebih pintar dalam membaca:

  • Mana link natural
  • Mana yang manipulatif
  • Mana yang benar-benar relevan

Jadi kalau masih pakai cara lama, wajar kalau merasa link building sudah nggak efektif.

 

3. AI Tidak Hanya Melihat Link, Tapi Ekosistem

Sekarang, backlink bukan satu-satunya sinyal.

AI juga mempertimbangkan:

  • Brand mention
  • Review
  • Diskusi publik
  • Presence di berbagai platform

Makanya, link building sekarang bukan berdiri sendiri, tapi jadi bagian dari ecosystem of trust.

Evolusi Link Building di Era AI

Link building mengalami perubahan besar dari segi pendekatan.

Dulu (Traditional SEO)

  • Fokus pada jumlah link
  • Tidak terlalu memperhatikan kualitas
  • Tujuan utama ranking

Sekarang (AI-Driven SEO)

  • Fokus pada kualitas dan relevansi
  • Link harus kontekstual
  • Tujuan utama trust dan authority

Satu backlink berkualitas tinggi kini lebih bernilai daripada puluhan link rendah kualitas.

 

Peran Baru Backlink dalam AI Search

Di era AI, peran backlink sudah nggak cuma soal bantu ranking di Google. Sekarang, fungsinya lebih luas, yaitu membantu menentukan apakah konten Anda layak dipilih oleh AI atau tidak.

Karena pada akhirnya, AI juga harus memilih sumber mana yang akan ditampilkan ke user. Dan pemilihan ini nggak random.

 

1. Membantu AI Memilih Sumber

AI tidak bisa asal ambil konten. Dia butuh cara untuk menentukan mana yang terpercaya. Dan backlink jadi salah satu indikator paling kuat.

Semakin banyak website berkualitas yang mereferensikan Anda maka semakin besar kemungkinan Anda dianggap valid

 

2. Meningkatkan Peluang Masuk AI Overview

Pernah lihat hasil Google yang langsung kasih jawaban panjang di atas? Nah, itu biasanya diambil dari sumber-sumber yang dianggap:

  • Authoritative
  • Terpercaya
  • Konsisten

Dan backlink berperan besar dalam menentukan itu.

 

3. Memperkuat E-E-A-T

Google sekarang sangat fokus pada:

  • Experience
  • Expertise
  • Authority
  • Trust

Backlink membantu memperkuat dua hal penting yaitu authority & trust

 

Link Building vs AI

Banyak orang sekarang mulai mikir kalau AI itu menggantikan SEO. Apalagi sejak ada jawaban instan di Google atau tools seperti ChatGPT, jadi muncul kesan “Ngapain SEO kalau user nggak klik website?”

Padahal sebenarnya, AI dan SEO itu bukan saingan. Justru mereka saling butuh satu sama lain.

AI itu tidak bikin informasi dari nol. Dia mengambil, merangkum, dan menyusun ulang informasi yang sudah ada di internet. Artinya, tanpa konten dari website, AI nggak punya bahan untuk dijadikan jawaban.

Nah, di sinilah SEO tetap punya peran penting. AI tetap bergantung pada:

  • Konten berkualitas
  • Sumber terpercaya
  • Data yang terstruktur

Dan semua ini dibangun melalui strategi SEO, termasuk link building.

 

Strategi Link Building yang Masih Relevan di Era AI

Kalau cara lama sudah tidak efektif, lalu harus gimana? Berikut beberapa pendekatan yang lebih relevan sekarang.

 

1. Jangan Kejar Link, Kejar Exposure

Alih-alih fokus dapat link sebanyak mungkin, coba ubah mindset:

“Gimana caranya brand saya dikenal?”

Karena ketika brand Anda dikenal:

  • Link akan datang lebih natural
  • Mention meningkat
  • Trust ikut naik

 

2. Buat Konten yang Layak Dikutip

Konten yang gampang dapat backlink biasanya:

  • Punya insight baru
  • Ada data atau opini unik
  • Tidak generik

3. Bangun Topical Authority

Daripada bahas banyak topik, lebih baik fokus di satu niche. Misalnya:

  • SEO → bahas dari basic sampai advanced
  • Konsisten dan mendalam

4. Jangan Hanya Bergantung pada Website

AI sekarang juga ambil data dari:

    • Forum
    • Video
  • Social media

Artinya, presence Anda harus lebih luas.

5. Prioritaskan Relevansi

Nah, ini yang sering diremehkan. Satu link relevan bisa jauh lebih powerful daripada banyak link random.

Sebagai digital marketing agency berpengalaman lebih dari 12 tahun, Krona Digital Marketing Agency melihat bahwa link building di era AI bukan lagi sekadar upaya meningkatkan ranking, tetapi bagian dari strategi membangun kredibilitas dan trust secara menyeluruh. 

Pendekatan ini membantu brand tidak hanya lebih visible di search engine, tetapi juga lebih dipercaya oleh user maupun sistem AI. 

 

Jadi, Apakah Link Building Sudah Mati?

Jawabannya jelas tidak. Tapi juga bukan seperti dulu lagi.

Link building sekarang:

  • Bukan soal jumlah
  • Bukan soal manipulasi
  • Tapi soal kepercayaan

Kalau dulu fokusnya, “Gimana caranya ranking?

Sekarang berubah jadi, “Gimana caranya dipercaya?”

Untuk tetap relevan di era ini:

  • Bangun trust
  • Bangun authority
  • Buat konten yang benar-benar berguna

Karena pada akhirnya, baik Google maupun AI punya tujuan yang sama yakni memberikan jawaban terbaik untuk user.

 

Dik Dik Fahruddin About the author

Dik Dik Fahruddin adalah Chief Digital Marketing Officer & Founder Krona Digital Jaya Inti, dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di SEO, Ads dan channel digital marketing lainnya untuk berbagai big brand dan corporate seperti Honda, Chubb, Mandiri Sekuritas, PGN PLI, PAMA Persada dan lain-lain.