Title Image

Jalan 2 Tahun, Bagaimana Kondisi Work From Home Sekarang?

Work from home tahun 2021 mungkin bukan hal yang asing lagi untuk Anda. Pada tanggal 31 Maret 2020, pemerintah  mengeluarkan PP nomor 21 tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya penanaganan COVID-19. Sejak saat itu, banyak perusahan yang menerapkan work from home atau kerja dari rumah.

 

Sejak saat itu, setiap perusahan pun menerapkan peraturan yang berbeda-beda. Saat angka COVID-19 di Indonesia terlihat membaik awal tahun 2021 kemarin, banyak perusahaan masih memutuskan bahwa akan lebih aman untuk bekerja di rumah. Terlebih lagi ketika Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan tanggal 3 Juli 2021, work from home sekan berubah dari keadaan spesial menjadi kebiasaan.

 

Jalan 2 tahun, kebijakan work from home tentunya telah membawa perubahan norma dan presepsi di kalangan pekerja. Perubahan seperti apa sih yang terjadi karena fenomena ini? Mari kita telaah bersama.

 

 

Work from Home tahun 2021

work from home tahun 2021

 

Bannyak ahli yang telah memprediksi bahwa pandemi COVID-19 akan memberikan dampak permanen terhadap dunia kerja. menurut survey yang dilakukan secara global oleh World Economic Forum, hal itulah yang benar terjadi. Ternyata sebagian besar dari orang dari berbagai sudut dunia menyatakan bahwa mereka ingin terus menjalankan work from home!

 

Diantara 12,500 orang dari 29 negara yang berbeda menyatakan bahwa mereka ingin work from home, atau setidaknya feleksibilitas untuk boleh bekerja dari rumah, dapat dijadikan norma. Bahkan 30% orang dari survey tersebut menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain, apabila perusahan memaksa untuk menetapkan work from office.

 

Survey ini juga berusaha mencari sisi lain dari work from home tahun 2021 ini. Pertanyaan seperti “Apakah bekerja secara remote membuat Anda merindukan rekan kerja Anda?” dan “Apakah anda merasa prodiktivitas berkurang dan bosan?” pun di lontarkan. Namun, hanya jumlah pertisipan yang mengiyakan pertanyaan teresebut terbilang jauh lebih sedikit.

 

64% dari paritsipan malah menjawab bahwa mereka merasa dapat bekerja dengan lebih produktif. Hanya sepertiga dari jumlah total partisipan menyatakan bahwa mereka merasa bosan dan frustrasi karena harus terus-terusan berada dirumah.

 

Begitu pula dengan jumlah orang yang menyatakan bahwa mereka jadi tidak merasa memiliki “sense of belonging”  yang baik ketika bekerja dari rumah. Meskipun begitu, 66% pastisipan tetap mengatakan bahwa kedepannya, pekerja harus mendapatkan jam kerja yang lebih fleksibel.

 

 

Sisi Lain Dari Work From Home

work from home tahun 2021

 

Work from home memang terkesan memiliki banyak keuntungan, mulai dari tidak memerlukan waktu dan biaya untuk bepergian hingga fleksibelitas waktu. Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, work from home juga tidak selamanya baik. Ada faktor-faktor yang harus dipertimbangkan ketika memutuskan alternatif manakah yang lebih baik kita albil kedepannya.

 

Salah satu riset tenfang work from home tahun 2021 ini menyatakan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan tekanan mental dan memperburuk tingkat kesepian bagi sebagian orang. Menurut sebuah penelitian dari National Centre for Social Research (NatCen), kelompok yang paling terdampak adalah orang yang tinggal sendiri dan harus bekerja dari rumah.

 

Hasil tersebut mungfkin dapat dibilang terpresiksi. Nyatanya  para peneliti terkejut ketika mereka menemukan bahwa orang-orang yang bekerja secara remote tetap mengalami kesepian dan isolasi, walaupun mereka tinggal bersama keluarga mereka.

 

Teknologi memang dapat membantu kita mengatasi batasan komunikasi, namun tetap saja bagi beberapa orang hal ini tidak bisa menggantikan interaksi langsung dalam lingkungan kerja. Menurut Isabel Taylor, pimpinan NetCen, pemerintah dan pimpinan perusahaan juga hendaknya mempertimbangkan dampak work from home bagi kesehatan mental tenaga kerja.

 

 

Atasi Stress Saat Work From Home

work from home tahun 2021

 

Menginat akhir-akhir ini kasus COVID-19 sedang meningkat di Indonesia, work from home memang menjadi keputusanyang paling aman untuk diambil. Bagi Anda yang mengalami kesepian atau stress selama work from home, jangan bersedih. Berikut tips yang dapat membantu Anda mengurangi rasa jenuh dan isolasi:

 

Buat Jadwal untuk Diri Anda Sendiri

Salah satu keeuntungan dari work from home adalah Anda lebih leluasa dalam menentukan waktu bekerja Anda. Eits, tapi bukan berarti Anda malah jadi mengundur-ngundur pekerjaan Anda, lho! Anda bisa memanfaatkan keuntungan ini untuk memilih waktu yang paling tepat untuk Anda bekerja, waktu dimana Anda merasa paling produktif dan tidak banyak distraksi, sehingga stress pun berkurang.

 

Tetap Bersosialisasi

Walaupun bekerja dari rumah, dukungan dari rekan kerja dan keluarga yang tinggalbersama Anda dapat mengobati rasa jenuh dan keseipian. Walaupun Anda adalah orang yang penyendiri, terkadang energi yang kita dapatkan dari orang lain dapat secar atidak sadar meningkatkan produktivitas kita. Anda bisa bekerja sambil menelepon rekan Anda atau bangun sebentar untuk mengobrol dengan keluarga Anda.

 

Buat Tempat Kerja Senyaman Mungkin

Cari tempat dirumah Anda dimana Anda merasa bisa fokus. Tempat kerja yang rapi dan minimalis dapat membuat Anda merasa lebih fresh. Anda juga tidak harus bekerja di satu tempat saja. Coba bekerja di halaman depan rumah Anda ketika matahari sudah tidak terik untuk berganti suasana

 

Istirahat yang Cukup

Istirahat dan tidur yang cukup adalah salah satu hal paling penting. Bukan hanya dapat meningkatkan produktivitas, hal ini juga dapat mengurangi rasa stress dan tekanan mental. Walaupun terkadang work from home terkesan seperti tidak mengenal waktu, pastikan Anda tetap beristirahat, ya.

 

 

Bagaimana dengan Anda?

 

Setelah mendengar keuntungan dan kekurangan dari work from home, bagaima pendapat Anda? Mungkin Anda lebih nyaman untuk bekerja dengan nyaman dan aman tiap hari di rumah. Atau mungkin Anda meganggap bekerja di rumah tanpa akses terhadap lingkunagan kerja yang riil melelahkan dan memicu stress?  Langkah seperti apa yangmenurut Anda tepat untuk ditetapkan kedepannya?

 

Mari diskusikan!

 

 

 

 

 

 

 

Annisa Shafira About the author

Annisa is a Public Relations graduate from Universitas Padjadjaran and a self-proclaimed avid diarist. Her interest in writing sparked when she was a Journalist Intern in DetikCom, since then she has been passionately pouring her thoughts into writings.